When u close to tears remember

Standard

When u close to tears remember
Someday it will all be over
One day we’re gonna be so high…

Pernah gak lo ngerasain sedihnya sakit hati karena kata-kata seorang teman? Shit !! mungkin itu kata2 yang tepat. Dan yang lebih sakit hati lagi, kita dengernya dari orang lain. Yes,..I know,..Saringan Socrates.. kebenaran,kebaikan, kegunaan..
Gue yakinkan klo dia bener2 bilang gitu, apakah kata2nya bawa kebaikan buat gue?..nope,..malah painfull, trus..apa ada kata2 itu ada kegunaannya buat gue? ..g Tanya balik..apakah insulting itu ada kegunaannya?
FYI, kata2 justru berupa hinaan about something in my house.
Call me sensitive, call me idiot, call me everything.. tapi yang satu ini..jelas g gak tau kenapa bikin gue sediih banget.
Gue punya temen (apa bisa dibilang temen?) well, dari awal keberadaan gue di kantor sini, gue udah ngerasa klo dia gak pernah nganggap gue. Apa gue egosentris? Tapi yang jelas, the minute g kenalan ama dia, dia udah menawarkan “lo bisa nggak bantuan gue? “ wow dengan senang hati. Mingle di lingkungan baru, emang itu yang paling gue butuhkan. Tapi ternyata ampe detik ini pun dia nggak pernah asking me for help. Maybe she think my capability is soo below her.
Call me sombong, call me snob, angkuh or apalah. Tapi menurut lo temen macam apa, yang doesn’t come to your wedding, nor give you voucher hotel seperti yang telah dijanjikan (bukannya g ngarepin) trus g ngelahirin pun dia doesn’t give u anything (bukannya g ngarepin) tapi jelas2 baru dia ngasih setelah di todong…I doubt itu ikhlas or not,..krn itu kan dipaksa yah…
Call me suudzon, call me saint. Everything. Neh, temen macam apa yang kerap berbohong ama elu karena keadaan rumtangg nya dia, akunya karena takut gue trauma sama laki2 dan institusi pernikahan. Tapi, even setelah g tahu what it is unpurposely ,..dia masih tetep berbohong karena she afraid? gue terlalu ikut campur urusan rumtanggnya dia.
What? Apa menurut lo giving advise itu adalah ikut campur?
Gue rasanya pengen teriak. Tadi udah usaha basahin kepala biar marah nggak meledak…tapi makin dipikir kok makin sakit ya?
Manajemen marah adalah kita lebih baik diam daripada trus meledak keluar kata2 yang justru bikin kita nyesel nantinya.
The most painful is when someone critise about our house. padahal dia belom pernah sama sekali ngeliat rumah kita.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s