On The Way

Standard

Lucunya perjalanan pulang dgn bus jemputan. Buat semua yang belum pada tahu, pabrik bunda di Kawasan Industri di timur kota Jakata. Pokoknya klo dari jakarta, lewatin jalan tol Cikampek, kita keluar di KM 47. Guess? Right ..Karawang.
Sebenernya banyak yang mau bunda ceritain ttg Karawang, the city, the people, the attitude, the custom here,..tapi ntar aja lah ya,..takutnya ntar banyak yg pada kesinggung, abis mostly my judgement about Karawang is bad (sorry).
Eniwei,..yang mo bunda ceritain disini adalah waktu perjalanan pulang dari kantor ke rumah bunda di Bekasi Barat.
I tell you, my most favourite time is ion the way home. Even semua pada capek, tapi kita berusaha keras to keeep ourselves entertain in the bus. You know, my company did not afford Bus with AC, yang ada juga Angin Cepoi, Or Angin Celah.
Dimulai keluar dari gerbang perusahaan, semua pada buka bekel, maklum udah pada lapar, jadi makanan apapun di adain buat ganjel perut. Ampe belokan keluar kawasan semua makanan udah pada abis, jadi kita mulai melakukan hal2 yang bisa mengusir kejenuhan…Ada yang teriak2, mengobrol, becanda, ketawa-ketiwi, ampe nyanyi2 dengerin lagu dari HP or Ipod.
Bunda biasa duduk dikursi paling belakang, deket jendela (AC) trus depan bunda itu ada Joko (yang lagi punya hobi baru berbahasa Indonesia dengan logat S , misal klo ngomong makan jadi “makans” or tidur jadi “tidurs” or berisik jadi “berisiks
Contohnya “Ehs, bagis dongs makanans nyahs” or “Jangans berisiks !!”
Pokoknya gitu terus ampe jeding. Lucunya mendekati pintu tol Bekasi Barat, logatnya hilang ..trus ama anak2 di sorakin “Akhirnya…lo capek juga !” hehehe

Trus ada lagi yang cerita ttg Bos nya..Jadi Hari ini dia di kerjain ama bosnya suruh nyari loker bosnya itu, trus dia cuman dikasih kuncinya doang. Ceritanya gini, tiap kita mo ke proses produksi, setiap kita di wajibkan pake jumper (semacam jaket yang ngelindungi produk kita dari debu dibaju kita) soalnya produk2 kita klo kotor jadi rijek. Trus setiap jumper di taruh di loker. Nah entah kenapa lokernya tuh somehow di rubah2 letaknya, n bosnya itu gak tau nomor lokernya berapa, n temen gue itu disuruh nyari yang mana lokernya diantara seratusan loker dgn bermodal satu kunci (dramatisir banget)

Untungnya, temen g (TG) itu baik hati dan tidak sombong, shg dimana aja dia berada, orang2 tergoda utk menanyainya. Waktu dia lagi nyoba2 masukin kunci ke loker2 depan, ada anak produksi yang nyamperin (APYN)

APYN : “Mbak, ngapain disini?”

TG : “Lagi nyariin Lokernya Pak RxxxxN”

APYN : “ Yang ini lagi mbak (sambil menunjuk loker dibawah), kan tadi kuncinya udah di jebol ama Pak RxxxxN”

TG : (sambil memperhatikan kunci gembok yang sudah rusak dan mencocokkan, tenyata emang masuk !) @#$@%$&^*(&^&^$ “APA MAKSUDNYA SEH NGERJAIN GUE BEGINI ?!?!?!?!?”
“Huhuhuhu…untung aja g masih dilindungi, sehingga dipertemukan dgn si APYN”

Aniwei, tanggung jawab loker adalah di TG itu, karena TG adalah Chief admin utk bagian perlokeran hehehehe,…Jadi klo emang ada loker yg dipindah2 tanpa bikin pengumuman itu sepenuhnya adalah tanggung jawab TG itu. Maybe Pak RxxxxN was just trying to teach TG about consequences to job responsibilities…hehehehe

Moral of the story, again, Rule number one is bos is always right.
If Bos wrong, check out rule number one.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s