One Year Tsunami

Standard

Judulnya rada nyatut acara nya SCTV, tapi bunda sempet liat acaranya, ttg koresponden SCTV yang tinggal di Banda Aceh, yang udah setahun kehilangan istri ama anaknya pas bencana tsunami, 26 des 2004 lalu.

Jadi ceritanya, pas minggu pagi itu, dia dibangunin ama istrinya, karena ada gempa. Trus, karena dia responden, otomatis dia harus meliput apa2 yang terjadi pasca gempa itu. Nah jadi lah dia berkeliling kota untuk mengumpulkan berita. After that, tsunami came, dia survive, dan pulang balik ke rumahnya. Tapi rumahnya udah gak ada. Juga istri ama anaknya. Ampe sekarang gak ketemu. Tapi dia yakin ama perasaannya. Dia bilang istri dan anaknya masih hidup. “Saya dapat merasakan mereka masih hidup”.

Nah, g jadi keinget betapa berharganya is having your family around when some storm or tsunami came.

Moral of the story : Remind betapa bersyukurnya gue, waktu hujan badai kemaren, keluarga g tuh semua ngumpul di rumah gue. So IF something bad was happen, at least we still have each other.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s