Puasa..puasa..

Standard

Alhamdulillah, memasuki hari ke sepuluh, belom batal..

Waktu Hari pertama, bunda test, kuat apa nggak puasa sehari, tyt kuat, jadi terusin deh ampe sekarang (pdhl wkt hari pertama tiduuuurrr terus ampe zohor,..tapi kan tidurnya orang puasa ibadah..week..ngeles..hehehe)

Trus sempet kemaren hari minggu gak sahur, tapi bunda tetep puasa, sempet lemes2 dikit, tapi trus jalan2 aja ama nyokap, trus jadi lupa deh lapernya..hehehe

Alhamdulillah, pokoknya kuat2in niat..

Soalnya puasa itu ibadah yg rahasia banget, Cuma kita sama Allah yang tau pahalanya. Kita bisa bilang kita gak kuat, tapi kan, Allah tau klo kita sebenernya kuat, Cuma kurang niat aja. Makanya pahala puasa kan rahasia Allah..:) Allah yg akan kasih kita pahala yg bagaimana..

Allah itu Maha Perkasa, Maha Kuat,..Minta kekuatan ama Allah….Allah itu lebih tau mana yang terbaik bagi umatNya ..

Berikut, copy paste-an dari milis, lumayan buat pengetahuan ..

Wanita hamil dan munyusui

Wanita yang sedang hamil atau menyusui tetap harus/wajib berpuasa di bulan Ramadhan, sama dengan wanita wanita yang lain, selagi ia mampu untuk melakukannya. Jika ia tidak sanggup untuk berpuasa karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan, maka ia boleh berbuka sebagaimana wanita yang sedang sakit, dan wajib mengqodhonya jika kondisi tersebut sudah stabil kembali.

Allah berfirman :”Maka barang siapa diantara kamu yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari hari yang lain dan apabila ia mampu untuk berpuasa, tapi khawatir berbahaya bagi kandungan atau anak yang disusuinya, maka ia boleh berbuka dengan berkewajiban untuk mengqodho di hari lain dan membayar fidyah dengan memberi makan setiap hari satu orang miskin”. (QS. Al Baqarah: 184) Hal ini berdasarkan perkataan Ibnu Abbas saat mengomentari penjelasan yang termuat dalam surat Al Baqarah: 184 yang artinya
“Dan wajib bagi orang yang menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah …”

beliau berkata :
“Ayat ini adalah rukhshoh (keringanan) bagi orang yang lanjut usia lelaki dan perempuan, wanita hamil dan menyusui jika khawatir terhadap anak anaknya maka keduanya boleh berbuka dan memberi makan (fidyah)” HR. Abu Daud

Hal yang sama juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radliallahu ‘Anhu, dan tidak ada seorangpun dari sahabat yang menentangnya (lihat Al Mughni: Ibnu Qudamah 4/394)

ASI LANCAR WALAU BERPUASA

Jangan khawatir bayi akan kekurangan ASI, karena pada dasarnya puasa hanya mengubah jadwal makan.
Selama bulan Ramadan, ibu menyusui sebenarnya bebas memilih untuk berpuasa atau tidak. Jika memilih tidak, kebanyakan beralasan bahwa puasa sebulan akan menurunkan produksi ASI. Seperti yang kita tahu, ASI harus selalu lancar agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sang bayi.
Alasan lainnya, kegiatan menyusui yang menguras tenaga akan membuat ibu makin lemas dan tak kuat berpuasa. Maklumlah, beberapa saat setelah menyusui biasanya ibu merasa lapar, bukan?

Semua kekhawatiran itu wajar saja adanya, tapi sebenarnya alasan tsb tak beralasan sama sekali. Seperti dikatakan dr. Etiza Adi Murbawani, M.Si., secara klinis, kegiatan puasa hanya mengubah jadwal makan.
Yang berubah hanya waktu makannya saja, kok.
Sementara, asupan makanan yang dikonsumsi ibu menyusui selama berpuasa bisa dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak.

TAMBAH KALORI

Hanya saja, tambah staf pengajar pada Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang ini, ibu menyusui membutuhkan kalori yang lebih besar. “Untuk memproduksi ASI se-banyak 850 cc, ibu perlu menambahkan kurang lebih 1000 kalori dari kebutuhan wanita dewasa normal. Semua itu diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI, sekaligus memulihkan kesehatan usai persalinan.”

Dengan berpatokan pada angka kebutuhan tersebut, selama berpuasa, ibu hanya perlu mengubah jadwal makan saja. Jika ibu menyusui terbiasa makan dengan porsi sedikit tapi sering, maka di bulan Ramadan porsi yang sedikit itu harus ditambah. Alasannya, acara makan berat di bulan tersebut cuma dilakukan pada saat berbuka dan sahur. Etiza menganjurkan untuk menyantap dulu makanan pembuka yang manis-manis guna menghindari mual. Setelah salat Magrib, barulah mengonsumsi makanan berat.

Jika ibu tak dapat sepenuhnya menambah porsi dalam sekali makan, maka yang dapat dilakukan adalah mengganti satu kali makan berat porsi normal dengan dua kali makan berat porsi kecil. Caranya, saat berbuka puasa, mulailah dengan makanan pembuka lalu salat Magrib. Usai salat Magrib, lanjutkan makan besar dengan porsi kecil. Setelah itu ibu melakukan salat Tarawih. Selesai salat, ibu menggenapi makan besarnya dengan porsi kecil kedua. Dengan demikian, kebutuhan porsi makannya tetap terpenuhi di waktu berbuka.

PERBANYAK CAIRAN

Sejak waktu berbuka hingga sahur, Etiza menyarankan agar ibu menyusui banyak-banyak meneguk cairan.

“Cairan itu bisa berasal dari air putih, buah-buahan, dan susu.”

Khusus susu, Etiza sangat menganjurkan ibu menyusui untuk mengonsumsinya. Kandungan kalsium pada susu sangat berguna untuk kebutuhan ibu dan bayi. “Namun, jangan langsung minum susu begitu tiba waktu berbuka karena dapat menyebabkan mual. Sebaiknya susu diminum setelah menyantap makanan kecil. Satu gelas lagi diminum menjelang tidur malam. Kemudian satu gelas lagi saat sahur.” Jika tetap terasa mual, disarankan untuk minum susu kedelai.

BARENGI ISTIRAHAT

Kala berpuasa, jika ibu merasa sangat lemas sehabis menyusui, maka beristirahatlah. Entah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Ingat, sukses tidaknya menyusui, salah satunya dibarengi dengan pikiran yang tenang dan positif. “Kalau ibu menyusui yang berpuasa yakin tak akan merasa lemas, maka ia tak akan lemas. Dan jika ia yakin bisa memberikan ASI selama puasa, maka ASI-nya juga akan keluar terus.”

Apalagi pengeluaran ASI juga dipengaruhi oleh isapan bayi. Semakin sering diisap, produksinya akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Menurut Etiza, ASI yang tak keluar penyebabnya lebih sering berkaitan dengan kondisi psikis ibu semisal stres. “Justru kalau di bulan puasa ibu banyak beribadah dan berdoa dengan tenang sembari tetap menyusui dan yakin kegiatan puasa tak akan menghalangi pemberian ASI, niscaya kandungan dan jumlah ASI tak akan berpengaruh pada bayi. ASI tetap akan lancar.”

Ingat lo, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingannya. Bagaimanapun, berpuasa bagi ibu menyusui adalah pilihan.
Jika tidak sanggup menjalaninya, ibu dapat menggantinya dengan bentuk ibadah yang lain. Namun, jika tetap ingin menjalani keduanya, ikuti kiat tadi. Kuncinya cuma asupan gizi yang baik dan tepat, juga pikiran yang positif.

CONTOH MENU DAN JADWAL MAKAN SELAMA PUASA

SAHUR:

* 1 gelas susu
* 1 porsi nasi putih
* 1 porsi ampela ati masak kecap
* 1 porsi urap sayuran
* 2 potong tempe bacem
* Potongan buah mangga atau sebuah jeruk pontianak ukuran besar
* 3 gelas air putih

BUKA PUASA:

– Pukul 18.00 (setelah bedug tanda buka puasa)
* 1 gelas teh manis
* 1 kroket ragut atau camilan berkarbohidrat
* 1 gelas jus semangka atau jus pepaya

– Pukul 19.00 (setelah salat Magrib)
* 1 gelas susu

– Pukul 20.30 atau 21.00 (setelah salat salat Isya dan Tarawih),

makan malam terdiri atas:
* 1 porsi nasi putih
* 1 porsi daging sapi bumbu bali atau masakan daging, ayam, dan ikan lainnya
* 2 tahu goreng atau tempe goreng tepung
* 1 porsi tumis kacang panjang dan tauge atau capcay
* 1 buah apel atau pisang

– Pukul 22.00 (menjelang tidur)
* 1 gelas susu

Catatan:

* Tambahan sekitar 300-500 kalori setiap hari dapat diperoleh dengan cara minum teh manis atau mengonsumsi makanan pembuka yang manis seperti semangkuk kolak pisang atau segelas es cendol yang bernilai 280-300 kalori. Dengan begitu, kebutuhan kalori yang sangat penting bagi ibu menyusui tetap dapat terpenuhi.

* Di waktu berbuka sampai menjelang tidur, ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi air putih sebanyak yang mampu dilakukan. Begitu pun saat sahur.

Santi Hartono.

http://www.tabloid-nakita.com/

9 responses »

  1. sukses puasanya ya Bu..

    mm, dikau ikut paket ato lepasan? kalo paket, mustinya dah masuk di milis seh

  2. Hebat nih Dini..:)
    Mang emang..kalo niat ya kuat, kalo males ya batal mulu..

    Itu si Dahlia..wakakakakk..dasar!

  3. Bunda raihan hebat euy.. gw dah bolong beberapa hari bisnya perutnya suka sakit sih.. gimana si baby, sehat ajah kan ?? muach buat jagoan raihan

  4. whaduh…jujur aja..ni postingan nyenggol eike banget dah😀..jadi nguat2in tekad buat puasa…dalem ati, ntarrrr…kalo emang udeh berasa ga kuattt bangetttt baru dah buka , hehehe…tengkyuh nih mbak atas postingannya..;)

  5. sebagai ibu menyusui yang puasa, kesanku satu: kering!!! laper mah masi bisa nahan, tapi kalo haus, insya allah tetep tahan walaupun liat orang jual bensin botolan aja berasa segar nian..hehe

  6. wahhh, lengkap bener penjelasannya. thanks ya bun.

    btw, iyaaaaa, gue jadi tiang!😦😀

  7. haluuu.. bunda raihan,.. salam kenal yaa..*kok feelingku abi-nya raihan yang beberapa hari ini sering posting di sehat yak*.. gimana?.. udah batal blom puasanya?… hehehe… diriku udah bolong banyak niiih… secara jadi ga pede gara2 puasa 9 hari turun 3 kilo…. btw,.. silahkan looo.. kalo doanya mau diposting disini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s