Akhirnya Pergi Juga

Standard

Ih ngeri juga judulnya
Kemaren lagi asik2 ngupi2 di rumah calon adek ipar,.tiba2 dapet sms, bilang Pak Harto meninggal, nyalain Metro TV.
Setelah 24 hari dirawat, setelah katanya kondisi membaik, dan sudah bisa makan lagi, (waktu itu, sempet ngomong juga, Biasanya klo mo meninggal, dikasih sembuh dulu yah), Setelah spekulasi banyak orang, kapan yah Pak Harto meninggal.. or Pak Harto meninggalnya keknya hari libur deh, biar gak macet..hehehe

Terlepas dari semua kontroversinya,

“kepergiannya” menyebabkan suatu kerinduan akan masa lalu…….
Waktu TVRI didominasi dengan acara-acara yang menitik beratkan pertanian, misalnya sambung rasa, dari desa ke desa dan kelompencapir (kelompok pendengar,pembaca dan pemirsa) dan sinetron-sinetron yang berwajahkan desa dan iklim agrarianya, contoh ACI.Ya walaupun sebagian orang berpendapat bahwa pada masa itu kita hidup dalam “kebahagian semu” , (yang katanya kebahagiaan itu dibiayai utang luar negeri) tapi pada masa itu kita cukup menikmati “masa-masa stabil”.

Dimana masa itu kita benar-benar berswasembada pangan, khususnya beras ,apalagi kedelai. Itu karena pada saat itu pemerintah benar-benar bisa mengontrol harga. Jadi pihak petani pada masa itu nggak disuruhpun mau menanam kedelai, karena dianggap menguntungkan.Pelarangan impor pangan, menyebabkan produksi dalam negeri meningkat. dan lahan pertanian semakin meluas.

Masih ingat dulu waktu SMP , waktu ikutan P4 , yang mau nggak mau kita harus ngafalin GBHN, Tahapan-tahapan REPELITA dan sebagainya. yang dulunya hanya terasa sebagai hafalan, kini mulai terasa logis… sama seperti orang dalam menjalankan hidup, harus ada visi dan misi dan tujuan jelas apa yang ingin kita capai… bahkan katanya pemerintah Vietnam mengadopsi sistem ini.Yang selalu diprioritaskan adalah isue tentang stabilitas nasional , persatuan bangsa yang menurut beliau pembangunan tidak dapat dilakukan tanpa adanya stabilitas, dan inilah menyulut banyak kontroversi, dimana “yang nggak nurut bakal digebug”, demokrasi dan pers dibungkam atas dasar isue stabilitas.

Dugaan memperkaya diri dan keluarga dan kroni-kroninya, pemerataan pendapatan yang hanya berlaku bagi orang-orang dekat beliau. menyebabkan image beliau sebagai anti-heroine terbentuk pada masa-masa resesi ekonomi tahun 1997. dan dipersalahkan karenanya walaupun mengutip kata-kata dari Lee Kuan Yew di channel Asia.
He said:

“From ‘67 when he became president right up to ‘97, the economy grew and Indonesia was on the point of taking off the economy. It didn’t take off not because of his fault (but) because bank Indonesia’s interest rate was too high, and so the companies borrowed in USD for low interest rates. When confidence was lost after the Thai baht crisis and people wanted to pull their money out, the whole thing collapsed. It was not his fault.”

Moral of the story :
Kadang kita pikir ada harga mahal yang harus dibayar untuk menjadi seorang pemimpin beliau pun belajar dari pendahulunya,dan kita juga belajar dari beliau baik dan buruknya, jika ingin menjadi presiden/pemimpin negeri ini Berkaca dari kedua pemimpin kita sebelumnya Pak Karno dan Pak Harto ,jangan memerintah terlalu lama (kemaruk orang bilang) … ,berhenti pada saat dipuncak adalah hal yang bijaksana,dan siapkan kader pengganti sebaik-baiknya untuk meneruskan rencana pembangunan yang sudah ada.

Selamat jalan Pak Harto, semoga segala amal ibadahnya diterima disisi-Nya…Terimakasih atas semua jasa yang anda berikan bagi negara ini, semoga diampunkan segala dosa2nya…

4 responses »

  1. woy woy woy…bijihmarsaid seh hehehe abis bijimandra pait…
    elu tuh yaaaa..dah tauk temen elu ini kaga ngerti bahasa bule!!!!
    wooooy artiin napah??? busyeeet daaah kaga tauk neh apa kata lee kuan yew

  2. Gini Day kata lee kwan yaw:

    “Mulai sekarang belajarlah bhs Inggris,kan banyak kursus2 yang tokcer,gimana mau kawin kalo bhs internasional aja ga bisa,pangsa pasar kan jadi sempit,kecuali jika anda punya translator pribadi kek Pak Harto”

  3. ngakak aku komennya fitra kekkekekk

    btw, kok kamu msh ingat sih, din GBHN, ACI segala wahhahahaha….

    suharto itu beruntung, yg diingat oleh ‘orang kecil’ adalah jaman dulu apa2x murah. pdhl andai presidentnya msh suharto juga akan sama. naek semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s